Total Tayangan Halaman

Medis Sosial

Pengikut

Diberdayakan oleh Blogger.

Senin, 23 November 2015

Mendaki Gunung Rinjani Lombok 17 Agustus 2015


GUNUNG RINJANI
TAMAN NASIONAL GUNUNG RINJANI


Siapa yang tak kenal Gunung Rinjani yang terletak di Pulau Lombok, Nusa Tenggara Barat. Yang menurut info gunung terebut termasuk gunung yang paling indah di Indonesia. Tak hanya dikenal bagi pendaki lokal, namun pesona Gunung Rinjani terkenal hingga luar negeri. Gunung Rinjani merupakan gunung berapi tertinggi kedua(3726mdpl) setelah Gunung Kerinci(3.800) di pulau Sumatra. 

Disini saya sedikit akan berbagi pengalaman ketika mendaki Gunung Rinjani pada bulan Agustus kemarin. Ketika saya menelpon saudara saya yang berada di Lombok bahwa saya bulan Agustus mau mengunjungi mereka, mereka welcome sekali dengan kabar gembira bahwa saya akan mengunjungi mereka. Saudara saya balik mengabari, "Wah kebetulan nih, kita (satu keluarga) mau ndaki Gunung Rinjani, kalau mau ikut persiapkan dari sekarang". Dalam hati saya, "Wahh akhirnya kesempatan emas mendaki Gunung Rinjani yang merupakan  surganya para pendaki, walaupun saya bukan pendaki. hehhe" ketika itu saya menyanggupi ajakan mereka. Sebulan sebelum 17 Agustus saya dah sedikit latihan fisik, waduh gayanya hehehe.. Ya minimal seminggu kita lari dua kali, bagusnya sih setiap hari biar otot terutama otot kaki kita terbiasa. Paling bagus juga kita sebelum mendaki jogging di jalan raya yang menanjak dan menurun lebih melatih otot tubuh kita lebih maksimal dari pada kita lari di jogging trek yang mendatar.


Rangsel depan belakang siappp.. 

Saya berangkat dari kota tercinta Purwokerto menuju Stasiun Gubeng Surabaya menggunakan kereta ekonomi, yah lumayan cape sih berangkat pukul 4 sore sampai di Gubeng sekitar pukul 1 pagi. Saya menunggu jasa jemputan untuk mengantar saya ke Bandara Juanda Surabaya. Jam 3 kami berangkat menuju bandara, perjalanan lumayan jauh memakan waktu +- 1jam. Jam tangan menunjukan pukul 4 pagi, saya sampai di bandara. Wah ternyata bandaranya masih tutup, hehehe, oke akhirnya saya menunggu bandara buka 1 jam lamanya, lumayan buat ngelurusin badan dulu sambil ngemil-ngemil.

Ketika pukul 6 saya chekin bandara, dan masuk ke boardingpas. Pukul 7 kami berangkat dan tiba di Bandara BIL Lombok jam 7 pagi, eiitss jam 7 paginya Lombok itu jam 8 nya di Jawa ya hehehe. Karena Lombok itu Wita, oke skiipp.. 

Saya sampai di kota Mataram, langsung menuju ke rumah bude saya yang berada di Dasan Cermen. saya menumpang di Bis Damri kalo ngga salah yang jurusan Pantai Senggigi. Jadi saya di Mataram seminggu lamanya, ya jalan-jalan ke Pantai Ampenan, Kota Tua Ampenan, nyoba nasi Puyung dll. Ketika tanggal 16 Agustus saya dan saudara saya menuju ke Lombok Timur, menggunakan motor sepeda motor. Lumayan lama juga sih perjalanandari Mataram ke Lombok Timur, kalau ngebut ya 1,5jam nyampe kok hehehe. Sampailah kita di Lombok Timur, tempatnya di Labuan Haji. Ada yang tau kenapa nama desa ini Labuan Haji?? menurut info yang saya dapatkan sih ketika waktu jaman kita belum lahir alias jaman 50-70an tempat ini merupakan tempat berangkatnya para jamaah haji. Ya, jaman ketika berangkat haji masih menggunakan kapal laut. Kalau orang dulu sih bilang kalo haji itu pulang pergi 1 tahun, 8 bulan pp, 2 bulan untuk berhaji. Hebat ya orang jaman dahulu.. oke skiipp




Tanggal 17 Agustus kami mempersiapkan barang-barang kami, pukul 6 pagi kami berangkat menuju Masbagik menggunakan angkot. Ada yang tau Masbagik nggak? jadi masbagik itu sebuah tempat, disitu terdapat pasar, pasar tersebut dinamakan Pasar Masbagik, kenapa kita menuju pasar Masbagik? ya karena cuma disitu kita menemukan Engkel(kalo dijawa ya semacam Suttel tapi versi ekonomi ya hehe) menuju ke Desa Sembalun Lombok Timur tempat basecamp kita.







2 jam perjalanan akhirnya kita sampai di desa Sembalun, langsung kita persiapan barang-barang




Siap mendakiiiii... hehehe




Jadi dari basecam menuju Pos 1 normalnya sekitar 1,5 jam, dan ternyata kita ngaret hhehe. Apalagi dengan kejadian kramnya kaki saya. Beeuuhh parah dah, baru ngerasain yang namanya kram bener-bener sakit ngalahin kramnya kalo futsal hehe. 


Pos satu, bonus pemandangan Rinjaniiiiii

Ketika saya kram parah


Pukul 13.00 WITA kami sampai di Pos 1. Lumayan perih nahan kram dari pertengahan menuju basecamp ke Pos 1. Rombongan kita cukup lama istirahat disini, ternyata lamanya istirahat ngga membuat kram saya sembuh. Datanglah rombongan kantoran dari Mataram dan bilang ke saya "Wah mas kram ya, kalo kek gini sih mending balik aja Mas. Dari pada kram ditengah jalan, ini mumpung masih awal", dalam hati saya "Duh apa iya ya harus balik cuma sampe di Pos 1 aja, jauh jauh dari Purwokerto, takut ngerepotin juga ya kalo kram di tengah perjalan". Bener-bener lemes juga denger mas-mas bicara gitu, minum dulu aja deh biar slow. Ngga lama kemudian, dateng mas-mas lagi "Wah mas kram ya, yaudah gue urut bentar, pelan-pelan aja mas, pasti sampe kok". Semangat lagi denger ada orang yang ngomong gitu.. Oke fix, saya lanjutkan perjalanan walaupun jalan pelan, jadi orang terahir mulu di rombongan. 

Perjalanan kami lanjutkan dari Pos 1 menuju pos 3. Kami berniat ngecamp di Pos 3 dan sampai pada pukul 5.30 WITA. Kita ngecamp di kali mati, disini udaranya lebih hangat entah karna kerhimpit tebing atau memang cuaca rinjani lagi bersahabat. Kalau kata teman-teman yang sudah pernah ke Rinjani, "Pokoknya selamat menikmati cuaca dingin Rinjani, dan jangan lupa langitnya Rinjani". Teringat pesan teman, saya kelurkan kepala saya ke luar, kepalanya doang ya hahahaha.. dingin bray. Dan ternyata jutaan bintanggggggggggg, dari segala penjuru, dan indahnya Milkyway Rinjani. Sayang, saya tidak bisa mengabadikannya karena terbatasan ilmu saya di dunia kamera hehehe. Dan dari kejadiaan itu saya harus sering-sering main ke Om Gogel dengan kata kunci "Cara memfoto Milkyway" biar tidak menyesal 2 kali. Hahahaha

18 Agustus 2015, kami terbangun dari dinginnya Rinjani. Poster kami menyiapkan makanan dan segelas kopi untuk menyegarkan badan. Kami sepakat jam 7 melanjutkan perjalanan ke Plawangan Sembalun dan melanjutkan untuk ngecamp di Danau Segara Anak.

Pukul 12 WITA kami sampai di Plawangan Sembalun. Taraa, dari sini saya melihat untuk pertama kalinya Danau Segara Anak. Antara sedih senang campur aduk, ya lebai dikit tak apa. Kenyataanya setelah kita melewati Bukit Penyesalan yang menurut ini ada 9 bukit yang harus kita lalui, ada yang bilang 7 bukit entah mana yang benar yang pasti Bukit Penyesalan membuatmu kangen rumah, kangen temat tidurmu. Hahahaha. Sampai sampai kami tidak ada yang sempat mendokumentasikan ketika kami berada di Bukit Penyesalan.



View panorama Plawangan Sembalun, kiri puncak kanan Danau Segara Anak


Ini beberapa foto ketika di Plawangan Sembalun


Indahnya Danau Segara Anak dari Plawangan Sembalun

Jangan kaget dengan sampahnya ya :(

Satu setengah jam kami beristirahat di Plawangan Sembalun. Pukul 14 WITA kami melanjutkan perjalanan ke Danau Segara Anak. Perjalanan menuju Danau Segara Anak dengan menuruni tebing curam, perjalanan normal sekitar 3-4jam menuju Segara Anak. Oya sisi lain dari pendakian Rinjani adalah sang Porter, pria tenaga badak. Terkadang beban yang dia bawa bisa mencapai 30-50kg.



 lanjut nanti ya..











Minggu, 22 November 2015

Bagi Yang Masih Malas Untuk Sholat Jamaah Bagi Kaum Pria




Bagi yang malas shalat jamaah di masjid, coba renungkan baik-baik pahala besar di balik shalat jamaah berikut ini.
  1. Shalat jamaah lebih utama dari shalat sendirian sebanyak 27 derajat (27 kali).
  2. Allah akan melindungi orang yang melaksanakan shalat jamaah dari gangguan setan.
  3. Keutamaan shalat jamaah semakin bertambah dengan semakin bertambahnya jamaah.
  4. Orang yang menjaga shalat jamaah selama 40 hari, ia akan selamat dari kemunafikan.
  5. Siapa yang shalat shubuh dalam keadaan berjamaah di pagi hari, ia akan mendapatkan rasa aman hingga petang (sore) hari.
  6. Siapa yang shalat shubuh berjamaah di masjid lantas ia menunggu hingga matahari meninggi, lalu ia melaksanakan shalat dua rakaat ketika matahari meninggi (15 menit setelah matahari terbit), maka ia akan mendapatkan pahala haji dan umrah yang sempurna dan sempurna dan sempurna.
  7. Siapa yang melaksanakan shalat Isya secara berjamaah, maka ia mendapatkan pahala shalat separuh malam. Sedangkan jika ia melaksanakan shalat Shubuh secara berjamaah, ia akan mendapatkan pahala shalat semalam suntuk (semalam penuh).
  8. Malaikat malam dan siang berkumpul di waktu Shubuh dan Ashar.
  9. Orang yang menunggu shalat Jama’ah, terhitung berada dalam keadaan shalat.
  10. Siapa yang shalatnya membaca Aamiin setelah membaca Al-Fatihah, maka ia akan mendapatkan kecintaan dan ampunan Allah.
Semoga Allah beri hidayah bagi remaja pria untuk berjamaah di masjid.

Referensi:
Shalat Al-Mu’min. Cetakan ketiga, tahun 1431 H. Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al-Qahthani. Penerbit Maktabah Al-Malik Fahd.
—
26 Muharram 1437 H
Muhammad Abduh Tuasikal

Sabtu, 21 November 2015

Jangan Meremehkan Sekecil Kebaikan


JANGAN PERNAH REMEHKAN SEKECIL APAPUN KEBAIKAN

Jika engkau melihat seekor semut terpeleset dan jatuh di air, maka angkat dan tolonglah ia...barangkali itu menjadi penyebab ampunan bagimu di akherat.
Jika engkau menjumpai batu kecil di jalan yang bisa menggangu jalannya kaum muslimin, maka singkirkanlah ia, barangkali itu menjadi penyebab dimudahkannya jalanmu menuju syurga.
Jika engkau menjumpai anak ayam terpisah dari induknya, maka ambil dan susulkan ia dengan induknya, semoga itu menjadi penyebab Allah mengumpulkan dirimu dan keluargamu di surga.
Jika engkau melihat orang tua membutuhkan tumpangan, maka antarkanlah ia...barangkali itu mejadi sebab kelapangan rezekimu di dunia.


Jika engkau bukanlah seorang yang mengusai banyak ilmu agama, maka ajarkanlah alif ba' ta' kepada anak-anakmu, setidaknya itu menjadi amal jariyah untukmu..yang tak akan terputus pahalanya meski engkau berada di alam kuburmu.

JIKA ENGKAU TIDAK BISA BERBUAT KEBAIKAN SAMA SEKALI, MAKA TAHANLAH TANGAN DAN LISANMU DARI MENYAKITI… SETIDAKNYA ITU MENJADI SEDEKAH UNTUK DIRIMU.

Al-Imam Ibnul Mubarak Rahimahullah berkata,
“Berapa banyak amalan kecil, akan tetapi menjadi besar karena niat pelakunya. Dan berapa banyak amalan besar, menjadi kecil  karena niat pelakunya”

Jangan pernah meremehkan kebaikan, bisa jadi seseorang itu masuk surga bukan karena puasa sunnahnya, bukan karena panjang shalat malamnya tapi bisa jadi karena akhlak baiknya dan sabarnya ia ketika musibah datang melanda. 

Rasulullah Shalallahu 'alaihi wa Sallam bersabda,
“Jangan sekali-kali kamu meremehkan kebaikan sedikitpun, meskipun (hanya) kamu bertemu dengan saudaramu dalam keadaan tersenyum.” (HR. Muslim)

👤 Ust. Abu Abdillah Fadlan Fahamsyah حفظه الله تعالى
@kajianislam

Kamis, 19 November 2015

Pacaran Ternyata Penuh Dusta



Pacaran ternyata penuh dengan kedustaan. Orang yang pacaran akan selalu mengelabui pasangannya.

Ketika masa-masa pacaran, si kekasih akan selalu berdandan cantik di hadapan pacarnya, berkata lemah lembut, bersenyum manis dan belang jeleknya ditutup-tutupi. Yang pacaran akan merasa tidak pede jika nampak sesuatu yang jelek dari dirinya. Kalau dikatakan pacaran sebagai jalan untuk mengenal pasangan sebelum nikah, kenyataanya penjajakan tersebut jauh berbeda dengan saat telah menikah. Saat telah menikah, satu sama lain tidak mesti berpenampilan cantik atau ganteng saat di rumah. Tidak mesti pula terus-terusan bertemu dalam keadaan harum atau wangi. Bahkan dalam pernikahan ada pasangan yang berkata kasar yang hal ini tidak dijumpai saat pacaran dahulu.

Padahal Islam sudah memberi jalan bahwa mengenali pasangan bisa dari empat hal: (1) kecantikan, (2) martabat (keturunan), (3) kekayaan atau (4) baik atau tidak agamanya. Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
تُنْكَحُ الْمَرْأَةُ لأَرْبَعٍ لِمَالِهَا وَلِحَسَبِهَا وَجَمَالِهَا وَلِدِينِهَا ، فَاظْفَرْ بِذَاتِ الدِّينِ تَرِبَتْ يَدَاكَ
“Perempuan itu dinikahi karena empat faktor yaitu agama, martabat, harta dan kecantikannya. Pilihlah perempuan yang baik agamanya. Jika tidak, niscaya engkau akan menjadi orang yang merugi”.  (HR. Bukhari no. 5090 dan Muslim no. 1446). Mengenal calon pasangan sudah cukup lewat empat hal tersebut. Keempat hal tadi bisa diketahui dari keluarga dekat atau dari teman dekat si pasangan. Jadi, tidak mesti lewat lisan si pasangan secara langsung.
Jika sudah ada cara yang Islam gariskan, masihkah mencari cara lain untuk mengenal pasangan? Lantas apa mesti mengenal calon pasangan lewat pacaran?
Ketahuilah bahwa nikah adalah tanda ingin serius, sedangkan pacaran hanya ingin terus dipermainkan. Jangan heran jika ada yang sudah pacaran bertahun-tahun, namun pernikahan mereka tidak sampai setahun jadi bubar.
Coba lihat saja para sahabat Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam-, tidak pernah menempuh jalan pacaran ketika mencari pasangan. Sekali ta’aruf, merasa cocok, sudah langsung menuju pelaminan. Tidak seperti para pemuda saat ini yang menjalani pacaran hingga 10 tahun untuk bisa saling mengenal lebih dalam. Padahal para sahabat adalah sebaik-baik generasi sepeninggal Rasul -shallallahu ‘alaihi wa sallam- yang mesti dicontoh. Lihat saja apa yang terjadi ketika Fathimah dinikahi ‘Ali bin Abi Tholib atau Ruqoyyah yang dinikahi sahabat mulia ‘Utsman bin ‘Affan, mereka tidak melewati proses penjajakan pacaran. Imam Ahmad berkata dalamUshulus Sunnah, “Hendaklah kita berpegang teguh dengan ajaran para sahabat -radhiyallahu ‘anhum- serta mengikuti ajaran mereka.”
Lihat pula si mbah kita dahulu. Mereka juga tidak mengenali calon pasangan mereka dengan pacaran. Akan tetapi, keluarga mereka tetap langgeng dan punya banyak keturunan.
So … Apa gunanya pacaran? Jika Anda ingin dikelabui terus-terusan, maka monggo itu pilihan Anda dan akhirnya Anda yang tanggung sendiri akibatnya.
Semoga Allah beri taufik dan hidayah.
—
Dikutip dari Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal

Berikut ini kami tampilkan rekaman video kajian Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc ketika mengisi pengajian yang berjudul "Jomblo and Proud" bertempat di Universitas Trisakti 



Bila Allah Membongkar Aib Kita


Bila Allah Membongkar Aib Seorang Hamba

Ustadz Firanda Andirja, MA

Allah membongkar aib-aib hambanya dalam dua kondisi :


(1) Jika sang hamba mencari-cari kesalahan saudaranya.
Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda :

ولا تتبعوا عوراتهم فإنه من اتبع عوراتهم يتبع الله عورته ومن يتبع الله عورته يفضحه في بيته

((Janganlah kalian mencari-cari kesalahan kesalahann kaum muslimin, karena barang siapa yang mencari-cari kesalahan mereka maka Allah akan menelusuri kesalahan-kesalahannya, dan barang siapa yang ditelusuri kesalahannya oleh Allah maka Allah akan membongkarnya (meskipun) dia di rumahnya sendiri.))
(HR Abu Dawud no 4880)

(2) Jika sang hamba terlalu sering melakukan dosa-dosa secara sembunyi-sembunyi maka Allah akan membongkarnya sebagai pelajaran untuk yang lainnya. Jika satu aib kita atau satu dosa kita saja dibongkar oleh Allah maka mau taruh dimana wajah kita ini....??
Orang-orang yang selama ini menghargai atau menghormati kita maka akan menjauhi kita....
sahabat dekat akan menjauh...
bahkan memusuhi...,

Diantara doa Nabi shallallahu 'alahi wa sallam :
اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِي

((Yaa Allah tutuplah aib-aibku...))
(HR Ibnu Maajah no 3871 dan Ibnu Hibbaan no 957)

@kajianislam

Rabu, 18 November 2015

Dosa


Pelunasan Dosa

Ustadz DR Syafiq Riza Basalamah, MA

Akhi ukhti

Tatkala kita mengetahui besarnya jumlah utang kita, dan kita mengetahui pula bahwa jumlah aset kita tidak cukup untuk melunasinya. Bahkan kalau kita

Sakit itu Nikmat


Nikmat Dalam Sakit

Ustadz Abdullah Zain, MA

Seorang yang hidup di dunia pasti akan
mengalami berbagai jenis keadaan yang berbeda. Terkadang ia sehat, namun di lain waktu ia juga sakit. Tentunya yang diinginkan setiap orang adalah kondisi sehat. Makanya banyak yang mengeluh saat diuji Allah dengan sakit.
Namun tahukah Anda bahwa dibalik sakit itu ternyata ada berbagai kenikmatan?
Apa saja? Diantaranya:

Pertama: Sakit itu MENGURANGI DOSA

Rasulullah shallallahu’alaihi wasallam menjelaskan,
“Tidaklah ada kelelahan, sakit, kesedihan, kekhawatiran, gangguan dan kesusahan yang sangat yang diderita seorang muslim, bahkan sampai duri yang menancap di tubuhnya; melainkan Allah akan menjadikannya sebagai penggugur sebagian dosa-dosanya.”
HR. Bukhari dan Muslim

Kedua: Dengan bersabar, sakit akan menjadi ‘MESIN’ PAHALA
Allah Ta’ala berfirman,

“إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُمْ بِغَيْرِ حِسَابٍ“

Artinya: “Hanya orang-orang yang bersabarlah yang diberi pahala sempurna tanpa batas”.
QS. Az-Zumar (39): 10.

Ketiga: Sakit bisa MENYADARKAN DIRI DARI KELALAIAN

Dalam al-Qur’an ditegaskan,
“ظَهَرَ الْفَسَادُ فِي الْبَرِّ وَالْبَحْرِ بِمَا كَسَبَتْ أَيْدِي النَّاسِ لِيُذِيقَهُمْ بَعْضَ الَّذِي عَمِلُوا لَعَلَّهُمْ يَرْجِعُونَ“
Artinya: “Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena pebuatan tangan manusia. Allah mengehendaki agar mereka merasakan sebagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)”.
QS. Ar-Rum (30): 41.

Keempat: Sakit mengingatkan NIKMAT SEHAT

Seorang penyair berkata,
“Kesehatan adalah mahkota di atas kepala orang-orang yang sehat. Yang bisa melihatnya hanyalah orang-orang yang sakit”.
Dan masih banyak lagi hikmah-hikmah dibalik sakit. Maka janganlah habiskan waktu Anda untuk banyak mengeluh, sebab ternyata dibalik sakit terdapat nikmat tak terhingga.


@kajianislam