Ayat yang membuat Rosulullah menangis
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menangis dan mengatakan pada Ibnu Mas’ud ‘cukup, cukup’ saat membaca ayat berikut ini.
Dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,
قَالَ لِى النَّبِىُّ – صلى الله عليه وسلم – « اقْرَأْ عَلَىَّ » .قُلْتُ آقْرَأُ عَلَيْكَ وَعَلَيْكَ أُنْزِلَ قَالَ « فَإِنِّى أُحِبُّ أَنْ أَسْمَعَهُ مِنْ غَيْرِى » . فَقَرَأْتُ عَلَيْهِ سُورَةَ النِّسَاءِ حَتَّى بَلَغْتُ
( فَكَيْفَ إِذَا جِئْنَا مِنْ كُلِّ أُمَّةٍ بِشَهِيدٍ وَجِئْنَا بِكَ عَلَى هَؤُلاَءِ شَهِيدًا )
قَالَ « أَمْسِكْ » . فَإِذَا عَيْنَاهُ تَذْرِفَانِ
“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata kepadaku
“Bacalah Al Qur’an untukku.”
Maka aku menjawab, “Wahai Rasulullah, bagaimana aku membacakan Al Qur’an untukmu, bukankah Al Qur’an diturunkan kepadamu?”
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku suka mendengarnya dari selainku.”
Lalu aku membacakan untuknya surat An Nisaa’ hingga sampai pada ayat (yang artinya), “Maka bagaimanakah (halnya orang kafir nanti), apabila Kami mendatangkan seseorang saksi (rasul) dari tiap-tiap umat dan Kami mendatangkan kamu (Muhammad) sebagai saksi atas mereka itu (sebagai umatmu)” (QS. An Nisa’: 41).
Beliau berkata, “Cukup.”
Maka aku menoleh kepada beliau, ternyata kedua mata beliau dalam keadaan bercucur air mata.” (HR. Bukhari no. 4582 dan Muslim no. 800).
Hadits ini menunjukkan keutamaan orang yang takut pada Allah kala mendengar ayat Al Qur’an lalu ia meneteskan air mata. Namun menangisnya tidak dengan memekikkan atau mengeraskan suara.
Demikianlah keadaan para ulama. Sebagaiman kata Imam Al Qurthubi dalam kitab tafsirnya,
وَهَذِهِ أَحْوَالُ العُلَمَاءِ يَبْكُوْنَ وَلاَ يَصْعَقُوْنَ، وَيَسْأَلُوْنَ وَلاَ يُصِيْحُوْنَ، وَيَتَحَازَنُوْنَ وَلاَ يَتَمَوَتُوْنَ
“Inilah keadaan para ulama. Mereka menangis namun tidak memekikkan suaranya. Mereka meminta namun tidak berteriak. Mereka juga bisa sedih namun tidak memperlihatkan kesedihannya.”
@kajianislam
0 komentar:
Posting Komentar